Family Meeting dengan Zoom

zoom family meeting

Alhamdulillah, ada obat kangen untuk bersilaturahim dengan keluarga besar Mintardjo di saat wabah Covid 19 melanda seperti sekarang.

Kami memanfaatkan aplikasi Zoom, yang bisa menampung lebih dari 4 orang (bila kita menggunakan Whatsapp Video Conference) bahkan kabarnya sampai 100! Dan malam ini pesertanya bisa sampai 13 orang, dari Jabodetabek hingga Bali dan Kuala Lumpur.

Benar-benar obat kangen yang ampuh, semua sejenak melupakan krisis nasional dari serangan virus Covid 19, dengan bercerita dan tertawa selama lebih dari satu jam, lebih dari 40 menit yang dibolehkan oleh Zoom sebagai pengguna free version, dengan diberi Gift tambahan waktu, alhamdulillah.

Next time lagi ya folks!

Kerja Bakti RT03/RW013

Kerja bakti pertama di tahun 2020

Akhir pekan ini pak RT mengundang warga RT3 untuk kerja bakti, bersih² di dekat Pos Warga RT3 yang baru direnovasi.

Seperti biasa, gak banyak yang hadir. Cuma 4L, Lu lagi Lu lagi. Tapi gak apa², yang hadir sudah cukup untuk melakukan banyak pekerjaan pagi ini, dari pembersihan selokan, pemotongan dahan pohon Mangga yang semakin lebat, mendirikan lampu Mercury, memasang kentongan keamanan hingga membakar sampah.

Alhamdulillah, kumpul² antar warga di tengah wabah Covid 19

Bu RT juga gak lupa menyediakan kopi, air mineral juga snack yang cukup banyak untuk dinikmati bersama.

Semoga usaha ini dapat menjauhkan virus Covid 19 yang sedang mewabah, agar tidak masuk ke komplek kami, aamiin.

Guyub & Kuyub

Resiko mengadakan gathering keluarga di musim hujan ya seperti ini, pagi hari pun hujan.

But show must go on, jadi lah Sabtu pagi ini kami gowes bertiga dulu. Adikku Ibnu yang rencananya datang, tau² gak enak badan, sen kiri sebelum berangkat.

Hari itu kami memanfaatkan CFD/Car Free Day di Jalan Pemuda Rawamangun, dekat rumah Mas Andi Hidayat yang bertindak sebagai shohibul bait.

Ngumpul di Velodrome Rawamangun

Beruntung ada velodrome Jakarta yang baru, yang kemudian kami manfaatkan untuk tempat berkumpul para anggota keluarga yang berolahraga pagi ini.

Biar kuyub yang penting guyub!

Seperti biasa acara ditutup dengan makan makan dengan hidangan yang luar biasa banyak dan nikmatnya, Alhamdulillah.

Coffee and Eatery



Dan acara ini juga pemunculan pertama keponakan kami yang baru, dek Nissa yang baru berusia satu bulan. Welcome to the club, dek!

Nissa, JG new star



Next, gowes kemana lagi kita?

Lala Menikah

Photo by Ibenimages.com

Akhir pekan ini kami terbang ke Solo lalu lanjut ke Sragen, sebuah kota kecil sekitar 40 km ke arah timur Solo. Kami menghadiri acara resepsi sepupu gw, Irlana Ikhtiarda Valenti, yang mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi Sdr Ricky.

Acara diadakan di Gedung Kartini, Komplek DPRD Sragen dengan cara resepsi pernikahan khas Jawa, yang berbeda dengan resepsi pada umumnya di Jakarta.

USDEK Style

Para tamu semuanya duduk, tidak ada yang berdiri, sembari menunggu Unjukan/Minuman berupa teh hangat manis, lalu datang ‘piring terbang‘ berupa Snack/Makanan Kecil yang diikuti dengan Sop Ayam.

Hingga akhirnya tiba lah main course, berupa Daharan/Makan Siang, yang berlanjut dengan hidangan terakhir berupa Es Krim. Selanjutnya para tamu pun Kundur/Pulang setelah bersalaman dengan pengantin dan masing-masing keluarga kedua mempelai.

Semua yang di-bold dan miringkan di atas, disingkat dengan USDEK, yang sebenarnya justru mengusung syariat Islam, di mana tamu itu dijamu bagai raja, diantarkan makanan dan minumannya dan menyantapnya dengan duduk. Istimewa!

Namun kekurangannya, resepsi pernikahan tipe USDEK ini memakan banyak waktu. Namun herannya, para tamu tadi benar-benar sabar menunggu hingga hidangan terakhir datang sebelum mereka bersalaman dan pulang. Ajaib banget, sesuatu yang sulit diimplementasikan di Jakarta, di mana orang-orang dikejar dengan waktu.

Photo by ibenimages

Begitu lah, suatu pengalaman baru bagi kami dalam menghadiri resepsi di Sragen ini, cukup unik bukan?

Selamat berbahagia Lala dan Rizky, barakallaahu laka wa baraka alaik, wa jama’a bainakuma fii khair, aamiin.

Gowes AKAP

Dalam rangkaian trip 2000 km Overland Tour Bekasi – Solo – Malang – Semarang PP akhir Desember tahun lalu, adalah saatnya melesakkan sepeda lipat Camp Hazy 5s andalan di antara kumpulan tas² yang gendut di bagasi mobil, agar kebutuhan gowes tiap hari bisa terpenuhi.

Gowes pertama adalah di kota Solo. Sore hari sesampainya di hotel, gak sabar mencoba Seli ini ke Alun-alun Surakarta. Lumayan, 13.4 km cukup untuk menjajal gowes di kota Solo.

Gowes pertama di Solo

Gowes berikutnya, berduaan sama Utami, masih di Surakarta, dengan rute yang hampir mirip. Pagi itu 10.43 km pun cukup buat gowes berdua.

Gowes bareng kamuuuh di Solo

Oya, berhubung ini di pagi hari, gak lupa mampir sarapan Ketan dan Teh Hangat di Brotojoyo, sekedar untuk obat kangen makan ketan bubuk yang sudah hampir lupa rasanya 😁

Sarapan ketan bubuk

Esoknya, kami menuju ke kawasan Tawang Mangu, menginap di Agro wisata Amanah. Contour lokasi ini naik turun karena berada di kaki gunung, jelas gak cocok untuk gowes dengan sepeda lipat dengan ban 16 inci yang imut ini.

Hawa yang sejuk, dekor alam yang asri, bikin betah!

Tapi kita tetap kemon, demi sebuah pengalaman baru gowes di mountain tapi bukan naik mountain bike 😁

Difoto oleh anak² di sekitar Argo Wisata Amanah

Alhasil, pagi itu hanya 5.79 km saja yang tercatat di Strava, tapi pegelnya luar biasa hehehe 🤪

Kota berikutnya adalah Malang. Enak kali gowes di kota yang sejuk ini dengan start dan finish di Alun-alun Kota Malang yang rindang.

Siap gowes dengan rain coat karena gerimis

Not bad, 16.27 km tercatat pagi itu, gowes where the wind blows, dari Alun-alun sampai stadion Gajayana pulang pergi.

Melihat gw foto-foto di depan stadion kandang Arema Malang, seorang goweser bernama Bagus Ibnu menghampiri dan ngobrol banyak tentang sepeda lipat. Kami tutup pembicaraan itu dengan berfoto bersama.

Foto bareng arek Malang sesama anggota ID-FoldingBike

Kota terakhir dalam rangkaian Java Overland Tour ini adalah kota kelahiran tercinta, Semarang.

Simpang Lima

Start dari hotel Noormans tempat kami menginap di kawasan Jatingaleh, sepeda Camp Hazy enak bener menuruni jalanan Sisingamangaraja hingga Siranda dan Simpang Lima.

Di depan Tugu Muda, landmark Kota Semarang

Lanjut gowes ke arah Barat menuju Tugu Muda, lalu ke Utara ke arah Kota Lama.

Mandatory shot at Kota Lama

Tak puas, setelah itu ke arah Timur, menuju Masjid Agung Jawa Tengah dan berfoto bareng goweser lainnya di miniatur Ka’bah serta di pelataran MAJT. Jepret!

Miniatur Ka’bah di MAJT
Masjid Agung Jawa Tengah dengan payung raksasa ala Masiid Nabawi

Jarak 27.4 km pun tercatat, mayan lah, paling jauh selama tour ini, ya karena gowes di kota sendiri, yo sak kesel’e wae, yo po ra ndaaa 😁

Nah ini enaknya pakai sepeda lipat. Setelah sarapan bubur ayam dekat kos-kosan Utami di Singosari, segera ambil hp lalu panggil GoCar, lipat sepeda, pulang deh ke hotel tanpa harus gowes melibas tanjakan Tanah Putih yang ‘mengerikan’ itu. Buzz, sampai! 😁

That’s all. Misi bersepeda di setiap kota yang dikunjungi pun sukses. Dulu waktu masih pakai MTB pun rela menggendong sepeda di pintu belakang, apalagi sekarang pakai sepeda mini 16″, sama sekali tidak ada keluhan excess baggage/kelebihan bagasi.

Makin cinta deh sama Seli, yuk kita goweeeees 🚴‍♀️🚴‍♀️🚴‍♀️

Episode Sakit

Photo by ibenimages

Sudah sepekan ini dirawat di RS Awal Bros Kalimalang Bekasi, karena mendadak kejang saat hendak sahur hari Senin pekan lalu.

Tersangka utama adalah hipertensi dan kadar gula darah yang tinggi, akibat kurang mengontrol tensi selama ini.

Mulai saat ini, sudah tidak bisa lagi menganggap enteng tekanan darah dan kadar gula, kalau gak ingin kejadian seperti itu terulang lagi.

Sehat, sehat sehat!

TerBaik di Bandung

Melanjutkan tour gowes TeRuCI Ban Cilik/Terbaik di luar Jakarta, kali ini kami sepakat melanjutkan gowes bareng di Kota Bandung.

Start dari jalan Braga, kami menyusuri jalan-jalan utama Kota Bandung menuju jembatan Pasupati, mampir mengisi perut dengan Surabi Bandung di Tamansari, lanjut ke Gedung Sate, lalu break coffee morning di @sydwic cafe di Jalan Cilaki, melewati Km Nol kota Bandung di Asia Afrika hingga ke Alun-alunnya sebelum finish kembali ke Braga.

Di depan Kantor Gubernur Jawa Barat

Total memang hanya 18+ km jaraknya, namun gowes bareng itu memberi tambahan cerita, bahwa melakukan hal yang disenangi bersama-sama adalah sebuah penyejuk jiwa dan raga.

Seli? Terbaik!

Terima kasih untuk MH Photoworks khususnya agan Hilman Hendrayana yang sudah collab dengan memberikan foto dan footage²nya yang luar biasa di video ini. Barakallaahu fikum!