29 Ramadhan 1438H


Semoga semua ibadah yang kita lakukan sebulan ini, tetap menjadi amalan kita di bulan-bulan berikutnya. To say is easy, ngomong itu gampang, to do is difficult, melakukannya lebih sulit. Yang lebih sulit lagi adalah istiqomah, keberlanjutan. 

Allah dan RasulNya lebih menyukai amalan yang sedikit namun dilakukan terus menerus. Ya muqallibal quluub, tsabbit qalbii ‘alaa diiniik, teguhkan lah hatiku berada di atas agamaMu, wahai Dzat Yang Maha Membolak-balikkan hati..

Lailatul Qadr Chasers

Malam ini adalah malam ke dua puluh tujuh Ramadhan, suatu malam yang banyak diyakini sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Ini bersandar pada suatu hadits “Telah menceritakan kepada kami Washil bin Abdul A’la Al Kufi telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin ‘Ayyasy dari ‘Ashim dari Zirr berkata; Aku bertanya kepada Ubay bin Ka’ab; “Wahai Abu Mundzir, dari mana engkau tahu bahwa lailatul Qodar pada malam dua puluh tujuh?” dia menjawab: “Memang demikian, telah mengabarkan kepada kami Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa itu adalah malam, yang mana pagi harinya matahari terbit tanpa bersinar lalu tanda tersebut kami hapalkan. Demi Allah sebenarnya Ibnu Mas’ud mengetahui tanda tersebut pada bulan Ramadlan. Dan itu pada malam ke dua puluh tujuh, namun dia tidak ingin mengabari kalian karena takut kalian hanya akan menunggu tanpa beramal.” Abu ‘Isa berkata; “Ini merupakan hadits hasan shahih.” (HR At Tirmidzi No 723)

Tak heran di malam ini semakin banyak yang hadir memburu Lailatul Qodr, lebih ramai dibanding malam-malam sebelumnya. Perkara akan meraih malam seribu bulan mungkin bukan lah yang dicari, namun memperoleh rahmat dan hidayahNya lah yang utama.

Selamat berburu malam kemuliaan, saudaraku.

Sahur @ Masjid JendSud

Sahur bersama aku rasa memiliki nilai lebih dan lebih bisa dinikmati dibanding berbuka puasa bersama. Mengapa, karena biasanya diawali dengan ibadah (qiyamullail) dan ditutup dengan ibadah pula (sholat subuh berjamaah).

Tapi, as always, semua adalah pilihan, anda lebih tertarik menikmati yang mana.

Happy Ramadhan day #25. Greetings from Masjid Jenderal Sudirman Purwokerto.

Early Mudikers

Yes, just before the crowds leave Jakarta for their homelands, this year we ‘steal’ the time to start much earlier. Not because of we are longing to go balik kampung too much too soon, but –as the matter of fact– we are running out of tickets at desired date. So here we are, we go home at H-6! 😃

Goodbye our home sweet home, I see you when I see you! 👋

Welcome to SMAN 61, Nak..

Alhamdulillah, setelah tersingkir dari seleksi SMAN 81 Jakarta, Najah akhirnya diterima sebagai siswa non-DKI terakhir untuk program IPS di SMAN 61, Jakarta Timur.

Ini akan menjadi pengalaman baru bagi kami, menyekolahkan anak di sekolah negeri, setelah sebelumnya selalu memilih sekolah Islam. Entah mengapa, aku ingin kali ini anakku masuk SMA Negeri, walaupun barusan aku tanya Najah ingin melanjutkan di Jakarta Islamic School atau di SMA Negeri, dia pun menjawab yakin, “61.”

Konsekuensi pertama baginya, berangkat dari rumah akan lebih awal karena SMAN di Jakarta dimulai pukul 06.30. Jarak tempuh juga lebih jauh, hampir dua kalinya jarak ke SMPnya di Kalimalang. Najah pun mengangguk tanda dia sadar akan konsekuensi tersebut.

Go go go Najah, pengalaman baru ini in syaa Allah akan menarik dan penuh tantangan bagimu. Ma’an najah, semoga meraih kegemilangan di sekolahmu yang baru ya nak, aamiin.

Source: Situs resmi PPDB Jakarta 2017 Domisili Non DKI

Bukber dengan Ustadz Salim A Fillah

Alhamdulillah, sore ini berbuka diawali dengan siraman ilmu yang luar biasa dari Ustadz Salim A Fillah dari Yogyakarta, yang berkunjung ke Islamic Centre Iqro di Jatimakmur Pondok Gede, dalam acara Instagram, Inspirasi Petang Ramadhan.

Sayangnya saat aku ajak mampir ke rumah, beliau sudah harus ke Merauke jam 22 malam ini, subhanallah.

Syukran sharingnya ilmunya tadz, barakallahu fik!