OUT 21st Anniversary

Happy #OUTDAY honey.
It’s been a great 21-years living this lovely life with you.
Ana uhibbuki fillah hatta fil jannah, abadan abada.

Advertisements

Antri Tilang

Bulan lalu gw melanggar kawasan ganjil genap di perempatan Ahmad Yani Rawamangun Jakarta. Di buku denda tercatat Rp 500 ribu denda maksimalnya.

Ogah bayar maksimal, kita harus mengikuti sidang di Pengadilan Negeri tempat kita ditilang. Ogah disidang, bisa langsung membayar denda tilang di Kejaksaan Negeri setempat.

Pagi ini, antri lah kita di kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. Loket penyerahan bukti tilang baru dibuka jam 8 pagi, sedangkan penyerahan SIM/STNK dimulai jam 9. Lha bayarnya kapan?

Ternyata sekarang bisa dibayar duluan di agen² BRI LINK yang bertebaran di depan Kejaksaan Timur ini. Ini resmi lho, bayar pakai cash setelah petugas mengecek jumlah tilang di situs pengadilan tinggi setempat.

Gw bayar 90 ribu, kasih lebih untuk jasa dan keuntungan dia lah, no problem.

Cara ini bagus menurutku, lebih cepat dan uang langsung masuk ke kas negara, sehingga lebih adil dan amanah.

Tapi, kapok ah ditilang lagi, mending milih nyetir dengan lebih berhati-hati aja yak..

Selamat Menempuh Hidup Baru, Adit!


Sabtu 5 Januari 2019, menjadi tanggal yang akan diingat oleh adik sepupuku, Adit yang menikahi perempuan pujaan hatinya, Niniek Dwi Hapsari.

Congrats ya le, barakallahu laka wa baraka alaik, wa jama’a bainakuma fii khair, semoga menjadi pernikahan yang dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala, diberi keturunan yang shaleh dan shalehah, diberikan rejeki yang halal dan thayyib serta rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah, aamiin.

Thawaf Wada

Cepat sekali waktu berlalu di sini. Senin ini hari terakhir kami di tanah suci. Thawaf Wada pun kami lakukan setelah mendengar pemaparan teknis kepulangan oleh ustadz Adi Hidayat di hotel Al Shofwah.

Total ada 8 kali thawaf yg aku lakukan selama 4 hari di Mekkah, sedangkan Maryam bisa sampai 3 kali. Hebat nak!

Kepulangan ke Indonesia ternyata dibagi dua kloter/kelompok terbang. Kami mendapat jadwal kedua, berbeda dengan ustadz Adi Hidayat yang terbang duluan, 4 jam sebelum kami.

Semoga semua ibadah dan umrah kami diterima Allah subhanahu wa ta’ala, aamiin.

2018 Best Nine

Alhamdulillah, ada peningkatan jumlah posting dan likes di 2018. Dari sembilan foto, diborong foto² aksi di Monas, baik saat reuni 212 Desember ini juga satu dari Aksi Bela Palestina, Mei 2018.

Ada satu foto saat umrah yang nongol, diikuti foto kota Bekasi tercinta di nomor buncit.

Kudu makin banyak hunting foto nih di 2019. Yuk mareee!

Jumatan di Haram

Beberapa tahun lalu pernah aku publish tips Jumatan di mataf/di depan Ka’bah. Caranya kita tawaf saat khatib naik mimbar, namun syaratnya kita sudah masuk terlebih dahulu ke area tawaf/mataf.

Dan saat musim liburan akhir tahun ini, rencana itu hampir buyar, terlebih karena hotel tempat kami menginap begitu dekat dengan Masjidil Haram.

Aku turun dari kamar pukul 10 pagi waktu Saudi Arabia setelah melihat dari jendela kamar lantai tawaf sudah cukup ramai. Namun, ternyata para askar telah menutup akses menuju mataf, karena saat itu lantai Ka’bah sudah terlalu penuh.

Sempat 2 kali melompati pagar yang disusun oleh petugas untuk menghalangi jamaah yang ingin masuk ke mataf, tapi 2 kali juga aku tertangkap askar dan dikembalikan ke tempat semula..😝

Akhirnya aku menyerah, sembari memohon keridhaan Allah subhanahu wa ta’ala agar diberikan ijin masuk ke mataf. Aneh bin ajaib, sembari berjalan melawan arah orang tawaf di lantai 1, ternyata pintu dari arah Al Fahd sama sekali tidak ada barikade dan askar. Ma syaa Allah, seperti anak kecil aku bergembira sambil sedikit berlari turun berbaur memasuki putaran jamaah yang sedang tawaf, Bismillaahi Allahu Akbar!

Selesai 7 putaran, aku memilih tempat di antara Maqom Ibrahim dan Ka’bah, tapi itu ternyata keputusan yang salah, karena Jumat itu tempat tersebut digunakan untuk mimbar khatib dan tempat sholat. Mimbar khatib itu memang portable, dapat dipindah dan disetir oleh petugas. Keren.

Akhirnya, aku diusir deh sama askar dan berpindah ke tempat lain, di belakang Hijr Ismail yang memang lebih lengang.

Duduk deh di situ menunggu ceramah Jumat selesai sembari bersyukur menerima ketentuan Allah di siang itu, Jumatan di tempat terbaik di dunia, di depan Ka’bah. Ma syaa Allah, alhamdulillaah yaa Rabb.