Sholat Jumat Perdana

Bismillaah, dengan mengucapkan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, siang ini DKM Masjid Baiturrahim mengadakan sholat Jumat perdana. 

Hal ini menandakan pula peningkatan status musholla kami menjadi Masjid Baiturrahim.

Alhamdulillah, sholat Jumat yang diisi dengan khutbah Jumat oleh ustadz Kolonel Harun Arrasyid dari Bintal TNI AL, diikuti oleh 109 jamaah, sebuah jumlah yang melewati perkiraan kami.

Berfoto bersama ust Kol Harun Arrasyid

Semoga masjid Baiturrahim ini semakin makmur jamaahnya dan terus menjadi penegak syiar Islam di lingkungan Komplek TNI AL Jatibening, aamiin yaa Rabbal aalamiin.

Sholat Idul Adha 1442 H

Pagi ini adalah Hari Raya Idul Adha 1442 H. Meski dalam suasana PPKM, musholla Baiturrahim diijinkan melaksanakan sholat Id dan penyembelihan hewan qurban karena RW 013 yang kami tempati bukan lah zona merah Covid 19.

Dan untuk pertama kali semenjak beberapa tahun lamanya, sholat Id mengambil tempat di lapangan RT 03, sebagai salah satu protokol kesehatan ‘menjaga jarak’ yang wajib diikuti.

Bertindak sebagai imam sholat Id sekaligus pengisi khutbah adalah Ust Muhammad Fahmi dari Cikunir.

Pada tahun ini, terkumpul hewan kurban sebanyak 5 ekor Sapi dan 26 ekor Kambing/Domba. Dan pembagian daging kurban pun dibuat merata, seluruh rumah yang ada di lingkungan RW 013 mendapatkan daging kurban.

Ya, Idul Qurban untuk semua 👋

Happy Lebaran, all!

22 Tahun Berinternet

Pagi ini saat menyalakan iMac, kalendernya berdentang. Wow, First Day Connect to Internet (1999) katanya.

Memori langsung flashback berlarian, ke sebuah rumah kontrakan di Pondok Bambu di tahun 1999. Masih jelas teringat pagi-pagi kemarinnya gw browsing dari kantor di Tanjung Duren untuk mencari ISP/Internet Service Provider untuk di rumah. Dari CBN (www.cbn.net.id), IndosatNet (www.indosat.net.id), Centrin Internet (www.centrin.net.id) sampai Indonet (www.indo.net.id).

Pilihan saat itu akhirnya jatuh ke indonet. Alasannnya apa, gw udah lupa hehe. Dan karena dapat mailbox dari ISP juga (dengan kuota 5 Mb kalau gak salah), gw ambil dari nama anak gw yang pertama, Ingga, sebagai alamat email gw: ingga**@indo.net.id.

Oya, sebelumnya gw ke Glodok atau Mangdu dulu ding, cari-cari modem. Waktu itu dapat modem internal US Robotics 56 Kbps yang kalau lagi dial up ke ISP bunyinya sangat khas berisiknya. Anak jaman sekarang mungkin gak kenal suara modem saat mau connect ke internet ya, kayak gini nih:

Singkat cerita, modem sudah dipasang di PC, lalu coba connect pertama kali dari rumah. Seingat gw lamaaaa banget koneknya, alias suka putus kalau udah konek. Dan speednya, tertera di status bar Windows sekitar 4.9 Kbps. Ya, kurang dari 5 kilobyte per seconds. Saat itu udah lemot banget apalagi dibandingin sama saat ini, jangan deh 🙂

Tapi dari modem itu lah gw berkenalan dengan Yahoogroups dan mailing list. Beberapa mailing list gw ikuti, sembari nanya troubleshooting untuk koneksi internet yang lambat. Jawabannya beraneka macam, tapi yang paling menyayat hati adalah jawaban untuk ‘pindah rumah aja kalau semua sudah dicoba dan kecepatannya tetap lambat.’

Eh tapi baidewai ternyata jawaban itu beneran gw lakuin lho. Menjelang akhir tahun 2000 atau sekitar 15 bulan setelah berinternet di rumah, gw sekeluarga pindah ke Jatibening sampai sekarang. Dan di rumah ini, dial up modem bekerja maksimal. Benar-benar posisi menentukan prestasi ternyata. Dari yang cuma 5 Kbps bisa menembus 48 Kbps, yang saat itu ngebut banget rasanya. Tapi ya gitu deh, jaman segitu mana ada yang unlimited internet, jadi connect dulu, download semua email, lalu matikan modem. Baca-baca, ketik email yang perlu dibalas, connect ke internet, kirim email, putusin lagi. Ya namanya juga berhemat hehehe.

And then, teknologi dan speed internet pun cepat sekali berkembang setelah itu. Dial up modem pun gw tinggalkan sejak teknologi internet nirkabel lewat handphone terasa lebih cepat, mobile dan gak gampang putus. Bisa connect di mana pun menjadi keistimewaan walau awalnya kecepatannya cuma 2G (sekitar 0,1 mbps) dan 2.5G/Edge (0,2 mbps).

Hingga kemudian saat kebutuhan untuk berlangganan TV Kabel dan unlimted internet high speed pun gak bisa ditolak. Pada tahun 2009 gw berlangganan Telkomvision, berlanjut ke First Media 2 tahun kemudian dan kini memakai Oxygen Internet di tahun 2021. Kecepatan yang awalnya hanya 10 mbps dengan Telkomvision, bertambah hingga 60 mbps dengan FM dan kini cukup nyaman dengan Oxygen Internet up to 100 mbpsnya.

Test kecepatan internet dengan Oxygen Internet

Gak bisa dipungkiri, apalagi di jaman pandemi seperti sekarang, kecepatan koneksi internet seakan menjadi nafas kehidupan dari rumah, bikin kita wajib mencari provider yang -kalau bisa- murah dan cepat dan tak terbatas quota. ISP yang menerapkan harga mahal dan sering putus sambung, tentu cukup menjengkelkan. Ya gak?

Begitulah ceritanya, yang selama 2 dekade ini sudah banyak banget peningkatan pelayanan, kecepatan dan teknologi di internet yang bisa kita nikmati. Dengan layanan unlimited internet dengan speed kencang seperti saat ini, para provider internet lawas pun tentu sudah mengubah layanan-layanan mereka. Barusan gw kunjungi ISP-ISP jaman dulu di atas yang ternyata alamat situs web mereka pun sudah berubah -bukan seperti yang gw tulis itu- beberapa masih exist dengan jenis layanan dan target market yang berbeda.

Ya, mau gak mau, semua kudu berubah mengikuti perkembangan jaman..

Pulangnya Seorang Sahabat

Peti jenazah Arief dan beberapa peti mayat lainnya..

Whatsapp group Terios Rush Club Indonesia tetiba bergemuruh sesorean tadi. Berawal dari kabar seorang kawan, Arief Hidayat, ketua MTT/Majelis Taklim TeRuCI, dikabarkan terjangkit Covid 19. Dan statusnya, kritis.

Ramai lah feed dari kawan-kawan, mendoakan Arief agar diberi kesembuhan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Namun Allah lebih sayang kepada Arief. Satu jam kemudian kabar itu hadir, Arief sudah tiada. Innalillaahi wa innaa ilaihi roojiun, ia pergi meninggalkan Esti istri tercintanya, dan ketiga anaknya.

Keesokan harinya, kami berhimpun di Zoom meeting, mengantarkan Arief dari Rumah Sakit Budi Asih di Cawang menuju ke tempat peristirahatan terakhirnya. Selama menanti ambulans yang hendak menjemputnya datang, Zoom meeting diisi dengan kata-kata kenangan dari para sahabat-sahabatnya, satu per satu, yang bersaksi bahwa Arief adalah orang yang baik, ma syaa Allah.

Benar-benar Tempat Pemakaman Umum yang lain dari biasanya…

Kawan-kawan pun terus menemani secara virtual hingga Arief dimasukkan ke liang lahat, di TPU Rorotan, sebuah tempat pemakaman umum khusus jenazah yang meninggal karena covid 19. Subhanallah, oleh Wisnu yang mengantarkan Arief secara langsung, sore itu sudah dikubur 80 jenazah covid 19, dan setelah Arief dimakamkan masih berdatangan hingga 5 jenazah.

Takziah Online

Malam harinya, kami pun kembali berkumpul untuk bertakziah secara online lewat Zoom kembali. Acara yang dipimpin oleh ustadz Aby Sayma dihadiri oleh 50-an Premium Member, bukti bahwa banyak yang kehilangan Arief.

Betapa dahsyatnya Covid 19 ini, dahsyat sekali. Mari kita terus memproteksi diri dengan terus menerapkan 3M semampu kita, dimanapun kita berada. Semoga kita terhindar dari wabah yang mengerikan ini, aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.

Selamat jalan Rief, Allahummaghfirlahu warhamhu wa afihi wa fu’anhu..

Ride and Rain

Written by Utami

Mendung menggantung saat kami start dari GBK, tapi tak mengira akan hujan deraaasss iiihh.. kirain udah masuk musim kemarau 😁

Awalnya, dari GBK ke arah Kota Tua gowes nyaman dalam suasana mendung. Saat kami selesai menikmati bekal kopi dan pisang goreng di atas kali Krukut, rintik hujan mulai turun (Allahumma shoyyiban
naafiian), kami pun bergegas bersiap gowes balik ke GBK.

Alhamdulillaah topi menjaga pandangan mata saat gowes di bawah rintik hujan. Bagi yang berkacamata paket komplit (minus, tebal, plus dan silindris) pasti paham kesulitan melihat saat air hujan menerpa
muka bila gowes tanpa memakai topi, ya kan?

Menggunakan topi dengan helm bermanfaat untuk menghindari air hujan yang turun ke kacamata

Sampai di sekitar Glodok hujan turun deras, kami pun berteduh sejenak. Kemudian lanjut ketika hujan mereda, namun
sesampai di Monas hujan kembali deras turunnya, akhirnya kami berteduh lagi di bawah JPO di depan gedung Indosat.

Tunggu punya tunggu hujan tak kunjung reda, akhirnya kami memutuskan menerabas hujan deras dengan berbekal jas hujan yang diasong beberapa pedagang yang sigap melihat peluang.

Alhamdulillah kami sampai dengan selamat di GBK, dengan baju dan sepatu yang basah kuyup dan butiran pasir menempel di
baju dan sepeda. Alhamdulillah kami berbekal baju ganti, juga tak lupa minyak kayu putih untuk menghangatkan badan.

Rute perjalanan pagi ini dapat disaksikan di situs Relive.

Divaksin Covid 19

Tiba juga masanya untuk divaksin Covid 19 pagi ini. Bertiga bareng anak²ku yang sudah lebih dari 18 tahun, kami divaksin di Wisma Mulia 2, menggunakan vaksin Sinopharm.

Setelah registrasi dan menunggu sekitar 30 menit, kami pun masuk ke ruangan screening.

Saat screening ini lah tensi gw masuk dalam batas atas, sehingga sama dokter diminta untuk istirahat 15 menit dan minum air putih. Waktu itu gw pergunakan untuk beristighfar dan bersholawat ke atas Nabi shalallaahu alaihi wasallam.

Alhamdulillah, pemeriksaan tensi kedua pun lolos, sehingga gw siap disuntik. Saat disuntik pun gak terasa sakit apa² karena jarumnya kecil. Setelah itu masuk ke ruang observasi, menunggu sekitar 10 menit untuk kemudian pulang.

Alhamdulillah, kurang lebih satu jam dari proses registrasi hingga selesai diobservasi, kami pun siap menunggu jadwal vaksin kedua pada 4 Juli 2021 yang akan datang.

Kulineran Dekat Rumah

Ngopi cantik @San9a

Tetiba pagi tadi mama Utami ngajakin hang out ke Kota Wisata, buat makan siang di Umaku Sushi, yang sangat digemari anak².

Dalam perjalanan ke KotWis, ternyata butuh waktu 51 menit, kata Google Maps. Duh, Sabtu kayak gini emang ramai jalan menuju ke sana. Jadi lah gw usul cari makan di Taman Galaxy aja dekat rumah.

Then, kami memutar mobil, balik menuju Warung Steak Double U by Chef Widhi di dekat perumahan Taman Galaxy. Anak² pun senang, karena steak ini sangat lezat dan empuk.

Steaknya enaaaak

Selepas dari sana, pengen ngopi dong. Mana lagi selain kedai kopi langganan San9a yang dulu menjadi tempat pertemuan ngopi kami dengan ustadz Felix Siauw.

Our three Jewels

Mager lah kami di sana dengan menikmati kopi masing² sebelum mengakhiri kulineran Sabtu Siang ini dengan sholat Dzuhur di masjid Adz Dzikra dan berbelanja sedikit di Grand Galaxy Park.

Thanks all!

Main Tenis Lagi

Setelah dua bulan berlalu, kangen pengen main tenis lagi. Bermain tenis yang diwarnai dengan guyon dan saling cela di antara kami, benar-benar ngangenin dan in syaa Allah bikin imunitas naik.

Itu lah mengapa, TTC/TeRuCI Tennis Club yang sudah exist sejak 13 tahun yang lalu ini tetap kami jaga marwahnya walaupun pesertanya sudah jauh berkurang.

Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, in syaa Allah aamiin.. 🎾

Show Must Go On

Rencana bisa berubah tanpa kita sangka sebelumnya. Hilman, yang bertugas meng-handle live streaming via OBS dari Zoom ke Youtube dalam rangkaian prosesi wisuda SMP Santa Ursula Jakarta, pada H-2 harus masuk rumah sakit karena terkena Covid 19. Laa hawla wa laa quwatta illa Billaah.

Dalam waktu 2 hari, mencari operator Live Streaming untuk acara yang diadakan di akhir pekan ternyata cukup sulit. Dari 5 orang yang kami hubungi, semuanya sudah full job.

Dan saat general repetisi yang dilakukan kemarin, satu teknisi yang akhirnya kami sewa ternyata tidak bisa bertugas sebagaimana yang kami minta. Namun alhamdulillah, di malam terakhir sebelum hari H, Om Codot kawan satu klub mobil TeRuCI mengajukan diri untuk membantu.

Dan, alhamdulillah, om Codot yang sudah berpengalaman untuk menghandle misi seperti ini pun bisa menyelesaikan template di OBS yang dipergunakan untuk live streaming sesuai rencana.

Show must go on!

World Bicycle Day 2021

Wih udah setahun aja sejak pertama kali posting World Bicycle Day 2020 setahun yang lalu.

Bedanya dengan tahun ini bagi gw adalah, twibbon diisi dengan foto gowes berdua bini, karena sejak setahun yang lalu memang sangat intensif bini gw nemenin gowes.

Jadi gak heran dong kalau gw sampai posting 4 twibbonage di tahun ini, menandakan bahwa gowes bersama dia adalah gowes paling ajib sedunia 😍

Ayo terus gowes kawan-kawan, kita buktikan pandemi ini tidak bisa memaksa kita berhenti mengayuh sepeda.

Rock on!