Sore ini, saat masuk ke parkiran Masjid Al Musyawarah untuk menunggu waktu Ashar, di pintu gerbang ada anak kecil yang menjajakan kacang telor. Harganya dua ribu sebungkus. Aku beri uang lima ribu sambil berlalu tanpa aku ambil kacangnya. Kasihan, panas panas kaya gini jualan kacang, pikirku. Tapi dia mengejarku sembari menyodorkan 2 bungkus kacang. “Om, tolong ambil kacangnya. Ini jualan saya.”

Baru tersadar aku telah memberikan pelajaran yang salah. Dia berjualan, bukan meminta-minta untuk dikasihani.

Hidup itu berjuang kawan, dan tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Anak kecil itu memahami itu.. – at Masjid Raya Al-Musyawarah

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s