Subuh di Jogokariyan

Selalu bangga melihat masjid yang full house saat sholat subuh tiba, diisi oleh jiwa-jiwa yang semangat, yang dihidupkan kembali setelah dimatikan semalaman.

Seusai kultum yang benar-benar tujuh menit, jamaah disajikan sarapan pagi, atau sarapan subuh lebih tepatnya, yang menurut takmir masjid mempergunakan dana infaq jamaah yang tak henti mengalir tiap harinya.

Suatu peristiwa subuh yang menggetarkan, yang kalau membaca sejarah masjid ini dari masjid yang sepi di tengah kaum abangan hingga menjadi makmur seperti ini, ijinkan saya mengecap iri.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s