Ngopi Bareng Hedeth

Malam ini sebelum ke rumah barunya Hendy -salah satu sepupu gw yg ada di Semarang-, Utami meminta untuk ngopi dulu di kafe Antarkata di Ahmad Yani.

Saat menikmati kopi dan batagor, Utami menelpon Dina istri Hendy, yang ternyata sedang vaksin di sebuah rumah sakit dekat tempat kita ngopi.

What a coincidence, jadi lah Hendy dan Dina diajak sekalian ngopi di Antarkata bareng para keponakan Raskha dan Abizar.

Kulineran Dekat Rumah

Ngopi cantik @San9a

Tetiba pagi tadi mama Utami ngajakin hang out ke Kota Wisata, buat makan siang di Umaku Sushi, yang sangat digemari anak².

Dalam perjalanan ke KotWis, ternyata butuh waktu 51 menit, kata Google Maps. Duh, Sabtu kayak gini emang ramai jalan menuju ke sana. Jadi lah gw usul cari makan di Taman Galaxy aja dekat rumah.

Then, kami memutar mobil, balik menuju Warung Steak Double U by Chef Widhi di dekat perumahan Taman Galaxy. Anak² pun senang, karena steak ini sangat lezat dan empuk.

Steaknya enaaaak

Selepas dari sana, pengen ngopi dong. Mana lagi selain kedai kopi langganan San9a yang dulu menjadi tempat pertemuan ngopi kami dengan ustadz Felix Siauw.

Our three Jewels

Mager lah kami di sana dengan menikmati kopi masing² sebelum mengakhiri kulineran Sabtu Siang ini dengan sholat Dzuhur di masjid Adz Dzikra dan berbelanja sedikit di Grand Galaxy Park.

Thanks all!

JG Halal Bihalal 1442H

Sebenarnya ini bukan halal bihalal resmi. Hanya kebetulan banyak yang bisa hadir di rumah mas Andi untuk sowan kepada pakde Prasetyo selaku sesepuh Joss Gandoz Jakarta, rasanya gak salah kalau dibilang Halal Bihalal kan 😁

Acara dimulai sore hari, menikmati hidangan nasi Kebuli dan Ayam Kodok serta free flow coffee racikan barista Nugie, pas rasanya.

Mohon maaf lahir batin ya sederek, Selamat Lebaran 1442H, TaqabbalAllahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin🙏

Mendadak Gowes di PIK 2

Dronie di Jembatan PIK 2

Mendadak pagi tadi kami jadi gowes di PIK 2. Awalnya tidak berniat gowes pagi ini karena semalam mama Utami rada tidak enak badan. Tapi saat gw tanya lagi sehabis subuh tadi, Mama bilang badannya sudah segeran, ready to go. Sip lah!

Berangkat pun rada kesiangan, namun Alhamdulillah sesampainya di PIK dan sepanjang gowes pagi itu, matahari tertutup awan, jadi rada adem.

Hal itu menjadi berkah tersendiri karena kami jadi lebih lama mengeksplorasi kawasan PIK 2.

Mulai dari White Sand Beach dan menyusuri sepanjang coast linenya, hingga memasuki kawasan daerah bisnis PIK 2 (yang masih dalam proses pembangunan) yamg belum pernah kami kunjungi sebelumnya.

Kejutan hari itu pun bertambah saat kami bertemu dengan rombongan keluarga mas Andianto Hidayat -yang kemarin gowes bareng di Alam Sutera-, lanjut ngopi² bareng di Baron Cyclist Cafe sebelum balik pulang ke rumah masing-masing.

Alhamdulillah ya Allah, terima kasih untuk pagi hari yang menyenangkan ini..

Gowes 2 Hari di Purwokerto

Akhir pekan lalu kami mudik kembali ke Purwokerto, mengunjungi Bapak mertua yang masih sakit dan meminta ketiga putrinya yang tinggal di Bekasi untuk datang menjenguk. Berangkatlah bareng-bareng kami bersama 2 adik Utami dalam 1 mobil.

Esok paginya, saat bersepeda, sudah tentu. Gw ajak Utami untuk mengulangi trayek ke arah Baturraden, sembari menuju tempat ngopi, Kopi Keprok namanya. Ternyata Bowo dan keluarganya juga hendak bersepeda pagi itu, jadi sebelum berangkat kami berfoto dulu, klik!

Wefie bareng keluarga Wahyu Wibowo

Perjalanan pun kami mulai ke arah Underpass Jenderal Sudirman lalu ke arah Karangsalam di Utara. Dari situ menyusuri jalan menuju Pabuaran dan tiba di Kopi Keprok. Sebuah tempat kuliner yang sangat nyaman, terbuka dan pagi itu sudah banyak goweser yang ngopi dan sarapan di sana.

Ngopi di Kopi Keprok

Restoran dengan konsep ruang terbuka di tepi sawah seperti ini, memang sedang marak dan menarik untuk dikunjungi, juga menjelma menjadi spot foto yang menarik:

Open space yang hijau dan menyenangkan
Ayunan, arena kegemaran Utami untuk difoto

Selain tempatnya yang nyaman, ternyata kulinernya juga nikmat. Pengunjung dipersilakan mengambil makanan sendiri dengan memakai sarung tangan plastik yang sudah disiapkan, bayarnya belakangan.

Tercatat perjalanan pagi itu sejauh 33.85 km dengan waktu tempuh 2 jam 8 menit. Gowes pagi itu pun diakhiri dengan perut yang kenyang hehehe..

Keesokan harinya, gw gowes sendirian. Tujuannya, mengulangi trip 10 tahunan yang lalu, naik ke Baturraden. Bedanya, dulu pakai MTB sekarang naik sepeda lipat.

Dan, itu menjadi masalah sendiri. Walaupun sproket sepeda Utami cukup memadai, 10 speed dengan 11-36T tapi dengan single crank yang cukup besar, membuat payah juga. Tak kurang 3x berhenti sejenak untuk menarik nafas sebelum melanjutkan perjalanan.

Alhamdulillah, walau terasa berat namun tidak sekali pun TTB/Tuntun Bike untuk mencapai ketinggian 610+ meteran haha, masih kuat ternyata ✊🏼

Melepas penat di depan pintu masuk Baturraden

Nikmatnya gowes ke Baturraden adalah menikmati perjalanan pulang ke Purwokerto. Menuruni jalanan yang curam, bisa meluncur lebih dari 61 km per jam (rekam jejak di piranti Xoss G+), namun karena takut terjadi apa-apa maka kita main aman aja, rem yang dibanyakin hehehe.

Top speed di Xoss G+

Tercatat di Strava, gowes pagi itu 32 km dengan waktu tempuh 2 jam 7 menit. Not bad lah ya, tapi gak janji mau ngulangin lagi… capek booo’ 😆

Seragam Sarimbit TGC

Sarimbit di Depan Istana Bogor

Seragam gowes baru lagi, horee!

Kali ini seragam dari TeRuCI Gowes Club, sub-club bersepeda dari klub mobil Terios Rush Club Indonesia yang gw ikuti sejak 12 tahun lalu. Entah ini jersey TGC ke berapa yang gw punya, namun edisi kali ini cukup eye catching dan menarik dari sisi desain dan warnanya, mantap!

Di depan pagar KRB

Sabtu pagi ini kami memilih Kebun Raya Bogor/KRB, yang mungkin 5 tahun lalu terakhir kami ke sini, sebagai lokasi untuk gowes. Mobil kami parkir di sebelah gerai McD di jalan Ir Juanda lalu loading dari situ dan start gowes mengitari setengah lingkaran Kebun Raya Bogor.

Kami masuk dari Pintu 4. Ongkos masuk KRB masih murah seperti dulu, Rp 15.000 per orang. Namun karena kali ini kami membawa 2 sepeda, dikenakan biaya Rp 5.000 per sepeda. Cincay lah, mendapat nikmatnya gowes dengan menikmati hawa segar di area KRB yang luar biasa cantik ini.

Kebun Raya Bogor yang rindang dan nyaman buat gowes

Tak lama, kawan kerja Utami menyambangi kami dengan sepedanya, Sefri dan suaminya, Aulia. Mereka penduduk kota Bogor dan kami daulat untuk menjadi guide menjelajahi KRB. Kami pun double date mengelilingi KRB pagi itu, dilanjutkan menikmati kopi dan pisang goreng di Raffles Cafe.

Gowes bareng Sefri dan Aula

Benar-benar nyaman bersepeda di KRB, suhu yang sejuk, track yang bervariasi naik turun, adem karena begitu banyak pohon-pohon raksasa serta spot-spot foto yang menarik. Itu lah mengapa, Strava mencatat perjalanan kami selama 3 jam lebih itu hanya untuk menempuh jarak 13 km, haha..

Petualangan pagi itu kami tutup dengan menikmati makanan khas Kota Bogor, Doclang, mirip seperti Gado-gado atau Kupat Tahu dengan rasa yang sedikit berbeda.

Thank you Selfi & Aulia!

Gowes Pagi di BSD

Sesuai rencana Utami kemarin, pagi ini ia mengajak gw gowes di BSD, yang kabarnya lintasannya rata dan jalanannya bagus.

Kami parkir mobil di The Breeze seperti yang diminta mbak Nana -sepupu gw yang tinggal dekat sini- yang pagi ini pun turut serta mencari keringat di BSD.

Jam 7 kami memulai perjalanan menyusuri jalanan komplek BSD yang benar-benar berkualitas internasional dilatarbelakangi kawasan bisnis yang cantik.

Kami gowes mengarah ke ICE BSD dan gak sengaja menemukan jalanan kecil menuju jalan baru ke arah cluster Vanya, hasil dari mengikuti orang-orang yang ramai² gowes ke sana.

Beberapa kali gw terbangin si Mini untuk menandakan lokasi kami gowes pagi itu yang ternyata hasil fotonya cukup menarik buat ditayangkan di sini.

Gak terasa 2 jam gowes, jarak yang ditempuh sudah 26 km lebih sedikit, another new record for Mama, yang kali ini senang banget nemu track yang gak banyak tanjakannya.

Setelah memasukkan sepeda lipat ke mobil, kami pun minum² kopi dan sarapan dulu di The Breeze sebelum pulang ke rumah.

Yakin gw, bini gw bakalan minta gowes lagi di sini.. 😍

Cafe Coffee & Couple

Rabu siang ini, berlima kami mengunjungi Cafe Coffee & Couple di Sanggar Liza, kepunyaan om Raga 0120. Hadir selain gw, ada Hilman 0799, Miko Damix 0059, ji Dudi Yudhi 0281 dan ji Abas 0191.

Karena sudah lama gak bertemu (kecuali dengan Raga yang hampir tiap pekan berjumpa di lapangan tenis), momen tersebut pun menjadi ajang melepas kangen sekalian saling bully mem-bully sebagaimana biasa, sembari mencoba masakan cafe dan mencicipi manual brew kopi yang dipesan. Asli nikmat.

Kunjungi cafe Coffee & Couple di Sanggar Liza (seberang stasiun Tebet) dan nikmati sajian istimewanya. Semoga awet cafe-nya ya om Raga, sukses terus!

Gowes 3 Hari Cuss!

GOWES HARI PERTAMA: Long weekend Tahun Baru 1442 Hijriyah, memberi manfaat lain bagi kami. Pagi-pagi setelah subuhan, kami mruput ke Kampus Universitas Indonesia/UI tempat akak Najah akan kuliah di tahun ini, in syaa Allah.

Dimulai dengan unloading sepeda lipat di FelFest UI, kami masuk ke arah kampus, memutari UI dari sebelah selatan. Hari itu mobil tidak boleh masuk, jadi aman bagi Maryam. Kami pun berpose di depan Gedung Rektorat UI yang iconic itu. Jepret!

Selepas itu, kami menuju hutan UI menuju gedung Makara UI, yang dulu menjadi tempat mbak Ingga ikut bimbingan belajar di tahun 2015. Dari situ kami menuju kampus FEB UI dan mejeng sebentar di depannya, asyik dah kampusnya akak Najah ini, semoga menambah semangat untuk kuliah ya nak, aamiin..

Dari FEB, kami menuju Danau Kenanga, berhenti sejenak di depan UI Library yang modern desainnya itu. Di sini juga menjadi tempat banyak orang melepas lelah, ngobrol juga ada yang membuka bekalnya masing-masing. Asyik!

Gak kerasa hari udah mulai siang, kami pun kembali gowes menuju FelFest dan melewati signage Universitas Indonesia yang besar itu. Tak lupa kami berhenti sejenak dan foto-foto lah, kayak orang-orang 😆

Jarak gowes pagi ini, 17 km, jarak terjauh untuk Maryam alhamdulillah..

GOWES HARI KEDUA: Hari Jumat pagi, selepas Subuh Utami tau-tau minta gowes lagi. Lah, padahal hari ini rencana gw mau gowes sendiri yang agak jauh. Tapi demi belahan hati, bikelah, mau kemana kita?

Gw usul ke Sunda Kelapa, dengan loading di IRTI Monas. Wah, Utami excited banget mendengarnya, maklum belum pernah dia pergi ke pelabuhan SunKel. Yuk kita kemon!

Dari loading di IRTI kami melewati Lapangan Banteng, lanjut ke Utara menuju Mangga Dua, belok kiri ke arah Lodan hingga tiba di pelabuhan SunKel. Utami jogol banget di sini, foto-foto sendiri banyak banget dah, harap maklum yaaa..

Bisa cari kami ada di mana, sedang menikmati sejumput kopi?

Dari pelabuhan SunKel, Utami gw bawa ke Kota Tua. Ah KoTu masih tutup pagi itu, buka jam 9 katanya. Oke deh, kita melipir ke arah sungai yang sekarang sudah bersih dan instagramable, cantik banget. Tak lupa Utami membuka bekal sarapan pagi dan, KOPI! Alamak, nikmat kaliii..

Jadi lah kami pagi itu ya gowes, ya piknik. Istimewa kan? Monggo, bisa ditiru apa yang bini gw lakuin, tinggal bawa termos kecil dan 2 cangkir plastik plus sarapan, sumpah enak banget dah 😄

Dan di sekitaran tempat kami piknik tadi, banyak patung-patung yang menarik untuk dijadikan spot foto, seperti foto bapak yang sedang membaca buku ini. Gw pun sukarela menjadi model buat difoto sama Utami, jepret!

Karena terlalu banyak foto-foto, kami pun baru balik ke IRTI Monas mendekat jam 10, mepet banget sama waktu Jum’atan, jadi kita tutup gowes hari itu dengan 22 km, alhamdulillah.

GOWES HARI KETIGA: Hari Sabtu, hari Ketiga. Tujuannya hari ini kurang kreatif, karena kami balik lagi ke UI, coba! Eits, tapi ada maksud lainnya juga, pengen lihat kost-an akak Najah ke kampusnya, seberapa jauh gitu.

Selepas FelFest UI, kami nekad angkat2 sepeda lipat ke signage UI yang besar itu, mumpung gak bawa anak-anak yang masih kecapekan gowes kemarin hihihihi. Kali ini gw bawa drone Mavic Mini andalan, dan beberapa kali jepret dan rekam video pun jadi.

Dari situ, kami keliling UI lagi seperti hari Kamis. Bedanya, kami mampir melewati RSUI/Rumah Sakit UI serta Departemen Vokasi dan keluar menuju Kukusan Kelurahan/KuKel, tempat kost akak berada. Ada petunjuknya bahwa pintu Vokasi itu dibuka sejak pukul 6 pagi sampai 8 malam tiap harinya, hari Sabtu dibuka pukul 8 sampai pukul 4 sore, sedangkan hari Ahad ditutup.

Diukur pakai Strava, jarak kost akak sampai kampus FEB-nya sekitar 1.5 km, membuat kami berpikir untuk membelikannya sepeda lipat saja agar sekalian olah raga, hehehe.

Setelah itu, kami (lagi-lagi) mampir di taman depan Library UI, namun bedanya kali ini Utami membawa bekal piknik seperti kemarin. Kopi hangat plus roti buat sarapan membuat gw tambah cinta sama dia, juga tambah semangat buat gowes lagi, yuk ah!

Dan gowes pagi itu pun dismiss. Cek Strava, alamak dekat banget cuma 16.89 Km, pantesan belum berkeringat gw, hahahaha..

Tapi ada catatan penting buat gw dari gowes 3 hari ini, Utami udah semakin berkurang mengeluhnya terutama saat tanjakan. Hebat kamu honey, makin jauh ya kita next time gowes lagi, in syaa Allah!

Salam gowes!

Gowes New Normal

Gowes New Normal

Setelah dua bulan berhenti gowes karena pandemi Covid 19 dan datangnya bulan Ramadhan, di hari Ahad ini Utami mengajakku gowes di Grand Wisata.

Mengingat pandemi belum berakhir, protokol kesehatan pun kami ikuti, bersepeda sambil menggunakan masker, menjaga jarak antar pesepeda dan tidak bersentuhan satu dengan lainnya.

Rute yang ditempuh hanya di komplek perumahan Grand Wisata, yang juga dihuni oleh Wiwiek, adikku yang tinggal di Aquatic Garden.

Dan kebetulan hari ini Fea keponakanku berulang tahun, kami pun mampir ke rumahnya, yang disambut juga oleh para kucing² peliharaan Wiwiek sekeluarga 😄😺

Tak lama kami pun gowes pulang, namun karena perut sudah keroncongan, kami mampir di kedai Lontong Medan dan Kupi Aceh di dekat rumah.

Sarapan maknyus

Sedap sekali, secangkir kopi Sanger dan Lontong Medan, cocok untuk membawa kenyang sampai ke rumah, alhamdulillah.