Selamat Jalan om Gustav 0822

Hampir 2 pekan berlalu sejak acara Munas TeRuCI 2021 yang diadakan di Semarang, kabar duka itu datang. Om Gustav T0822 yang bertindak sebagai pembawa acara di Munas itu, meninggal dunia setelah dirawat 2 hari akibat terjatuh di rumahnya hari Jumat pekan lalu.

Om Gustav 0822 saat menjadi MC di acara Munas TeRuCI 2021 di SemarangPhoto by Om Roni 0554

Dan pagi ini dilakukan pemakaman yang disiarkan langsung melalui Zoom dan disaksikan oleh banyak kawan-kawan satu klub, karena memang kabar sakit dan meninggalnya beliau mengagetkan banyak orang.

Selamat jalan om Gustav, semoga Allah subhanahu wa ta’ala ridha padamu, aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin..

Pulangnya Seorang Sahabat

Peti jenazah Arief dan beberapa peti mayat lainnya..

Whatsapp group Terios Rush Club Indonesia tetiba bergemuruh sesorean tadi. Berawal dari kabar seorang kawan, Arief Hidayat, ketua MTT/Majelis Taklim TeRuCI, dikabarkan terjangkit Covid 19. Dan statusnya, kritis.

Ramai lah feed dari kawan-kawan, mendoakan Arief agar diberi kesembuhan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Namun Allah lebih sayang kepada Arief. Satu jam kemudian kabar itu hadir, Arief sudah tiada. Innalillaahi wa innaa ilaihi roojiun, ia pergi meninggalkan Esti istri tercintanya, dan ketiga anaknya.

Keesokan harinya, kami berhimpun di Zoom meeting, mengantarkan Arief dari Rumah Sakit Budi Asih di Cawang menuju ke tempat peristirahatan terakhirnya. Selama menanti ambulans yang hendak menjemputnya datang, Zoom meeting diisi dengan kata-kata kenangan dari para sahabat-sahabatnya, satu per satu, yang bersaksi bahwa Arief adalah orang yang baik, ma syaa Allah.

Benar-benar Tempat Pemakaman Umum yang lain dari biasanya…

Kawan-kawan pun terus menemani secara virtual hingga Arief dimasukkan ke liang lahat, di TPU Rorotan, sebuah tempat pemakaman umum khusus jenazah yang meninggal karena covid 19. Subhanallah, oleh Wisnu yang mengantarkan Arief secara langsung, sore itu sudah dikubur 80 jenazah covid 19, dan setelah Arief dimakamkan masih berdatangan hingga 5 jenazah.

Takziah Online

Malam harinya, kami pun kembali berkumpul untuk bertakziah secara online lewat Zoom kembali. Acara yang dipimpin oleh ustadz Aby Sayma dihadiri oleh 50-an Premium Member, bukti bahwa banyak yang kehilangan Arief.

Betapa dahsyatnya Covid 19 ini, dahsyat sekali. Mari kita terus memproteksi diri dengan terus menerapkan 3M semampu kita, dimanapun kita berada. Semoga kita terhindar dari wabah yang mengerikan ini, aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.

Selamat jalan Rief, Allahummaghfirlahu warhamhu wa afihi wa fu’anhu..

Main Tenis Lagi

Setelah dua bulan berlalu, kangen pengen main tenis lagi. Bermain tenis yang diwarnai dengan guyon dan saling cela di antara kami, benar-benar ngangenin dan in syaa Allah bikin imunitas naik.

Itu lah mengapa, TTC/TeRuCI Tennis Club yang sudah exist sejak 13 tahun yang lalu ini tetap kami jaga marwahnya walaupun pesertanya sudah jauh berkurang.

Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, in syaa Allah aamiin.. 🎾

Syukuran OUT 24 Tahun

Malam ini kami mengundang adik-adik, ustadz Anwar dan Agus kawan haji kami untuk berbuka puasa bersama dalam rangka mensyukuri nikmat berumah tangga yang ke 24 tahun, 18 April 2021. Walaupun adik-adik tidak bisa full team karena beberapa hal, namun buka puasa bersama itu selalu mengasyikkan.

Buka puasa yang nikmat, alhamdulillah

Utami yang sudah berpengalaman mengatur acara seperti ini di rumah, gak perlu ditanya lagi kehandalannya. Kita yang gak ikut cawe2 tau-tau udah. tinggal makan aja, apa gak enak coba? Syukran katsira mama sholehah.. 😘

Tamu memakai masker, kecuali……

Dari pihak keluarga gw, ada Barry & Monique yang datang, sementara Ibnu dan Chita berhalangan hadir. Barry yang kalau ada acara makan-makan selalu terdepan di generasinya, malam ini menunjukkan kebolehannya dengan mengungguli 2 piring lebih banyak dari yang berbuka puasa, coba naaa.. 🤣

Pengantin Baru nih yee..

Sedangkan dari keluarga Utami, hadir Sofi dan Tommy serta Aisha dan Nadhif. Lalu, surprise, keponakan kami Iya dan Ryan, yang masih bertitel pengantin baru, ikut hadir jauh-jauh dari Cibubur City. Lalu lintas menjelang Maghrib yang super macet, menjadi bumbu cerita mereka sore itu. Yaaa, namanya juga akhir pekan, ngabuburit, pas deh ramenya hehe..

Para bapak haji kita

Golongan tamu berikutnya adalah ust H Saiful Anwar dan H Agus Pramono. Ustadz Saiful Anwar adalah guru tahsin dan tahfidz gw, walaupun sejauh ini mandeg hanya sampai juz 29 saja hikz. Sedangkan Agus Pramono adalah rekan satu kabilah haji saat berhaji di tahun 1426 H yang lalu. Syukran katsira untuk kehadirannya ya ustadzana!

Alhamdulillah, acara yang dihelat dari sebelum berbuka puasa pun kami tutup dengan sholat Tarawih di musholla Baiturrahim. Rasa syukur tak terhingga saat sepulangnya dari musholla kami bersih-bersih rumah sebelum beranjak tidur. Allah subhanahu wa ta’ala Maha Baik, dikabulkanNya semua keinginan kami hari ini, ma syaa Allah tabarakallah.

Gank Subagyo Ladies

TERBAIK New Jersey Ride

Peluncuran seragam gowes kedua TERBAIK/TeRuCI Ban Cilik, dirayakan dengan gowes bareng dari Silang Monas Jakarta ke PIK 2 sejauh +/- 56 Km pp yang ditempuh dalam waktu 8 jam, termasuk untuk foto² dan kulineran 🤣

Hadir memenuhi undangan gowes bareng ini Amu 0030, Gw 0048, Ade 0093, San 0197, Yudhi 0281, Hilman 0799 dan Argie 1790. Dua yang disebut terakhir ini membawa serta istrinya untuk ikutan gowes.

Line up peserta gowes TERBAIK Februari 2021

Kami start dari lapangan parkir IRTI Monas, menuju Kota Tua sebagai pit stop pertama dengan marshall om Sam.

Jarang-jarang Kota Tua lalu lintasnya sepi. Pas buat foto2 di jalan 🙂

Setelah berfoto seperlunya, perjalanan ke pit stop kedua di Pantai Marina kami lanjutkan. Di sini juga sudah barang tentu kami berfoto², karena foto² saat gowes itu sekarang menduduki peringkat pertama dalam kebutuhan di jalanan 😁

Di depan Apartemen Marina

Dan menjelang tengah hari, kami pun sampai di PIK 2. Dari sembilan orang yang gowes, tak ada satu pun yang aware kalau Jembatan Banten Jakarta itu ditutup kalau jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Jadi terpaksa lah kami cuma berfoto di jembatan sebelumnya, sebagai bukti sudah pernah gowes bareng² ke sini 😊

Mejeng kesiangan di Jembatan PIK 2

Dan sebelum meninggalkan PIK 2, kami beristirahat sejenak, ngadem di kopi Janji Jiwa sebelum mengayuh pedal lagi, balik ke Jakarta.

Siang panas terik bukan masalah buat foto-foto 🙂

Alhamdulillah semua berjalan lancar, terlebih dengan hawa yang ‘sejuk’ sepanjang perjalanan membuat bersembilan ini kuat mengayuh sepedanya hingga kembali ke IRTI Monas.

Tercatat jarak 55 km kami tempuh dalam 8 jam perjalanan, lumayan membuat kulit terasa bertambah hitam tapi tentu tetap keren 🤣

TeRuCI, Berani Join, Berani Kopdar, Berani GOWES!

Gobar TerBaik Pertama 2021

TerBaik @ BSD

Ahad yang cerah untuk memulai gowes bareng TeRuCI Ban Cilik hari ini. Start dari QBig di Bumi Serpong Damai/BSD, ke-sembilanbelas goweser pun meluncur mengikuti om Sam, yang menjadi marshall perjalanan pagi ini.

Start pukul 07.30 dari depan Mitra 10 QBig

Karena ini masuk dalam acara gowes di TeRuCI, para peserta pun dihimbau untuk mengenakan jersey TeRuCI Gowes Club/TG, TeRuCI Ban Cilik atau kaos apapun yang bertema TeRuCI. Keren yaaa 😄

Rute yang diambil melewati jalan utama BSD menuju Mozia Loop, lalu keluar BSD City untuk menikmati jalan desa yang sepi dan rindang.

Line up di Mozia Loop

Seperti gowes dengan kawan-kawan lainnya, kami pun mengambil foto di beberapa tempat yang dirasa cukup menarik, seperti di tengah ilalang pada foto utama tulisan ini, juga pada jalur Mozia Loop dan Airport Aeromodelling di BSD.

Di atas bukit di depan bandara aeromodelling BSD

Di tengah perjalanan, kami pun mampir di warung Cihuni Bike Park untuk beristirahat dan menikmati kelapa muda serta lupis ketan yang nikmat.

Total perjalanan hari ini tercatat di Strava sejauh 20.81 km dalam waktu 3 jam 21 menit. Namanya juga gowes santai-santai, ya segitu aja lah adanya 😄

Dan sebelum pulang ke rumah masing-masing, kami berfoto lagi di depan Bike Park Cihuni, jepret!

Family photo @ Cihuni Bike Park

Seragam Sarimbit TGC

Sarimbit di Depan Istana Bogor

Seragam gowes baru lagi, horee!

Kali ini seragam dari TeRuCI Gowes Club, sub-club bersepeda dari klub mobil Terios Rush Club Indonesia yang gw ikuti sejak 12 tahun lalu. Entah ini jersey TGC ke berapa yang gw punya, namun edisi kali ini cukup eye catching dan menarik dari sisi desain dan warnanya, mantap!

Di depan pagar KRB

Sabtu pagi ini kami memilih Kebun Raya Bogor/KRB, yang mungkin 5 tahun lalu terakhir kami ke sini, sebagai lokasi untuk gowes. Mobil kami parkir di sebelah gerai McD di jalan Ir Juanda lalu loading dari situ dan start gowes mengitari setengah lingkaran Kebun Raya Bogor.

Kami masuk dari Pintu 4. Ongkos masuk KRB masih murah seperti dulu, Rp 15.000 per orang. Namun karena kali ini kami membawa 2 sepeda, dikenakan biaya Rp 5.000 per sepeda. Cincay lah, mendapat nikmatnya gowes dengan menikmati hawa segar di area KRB yang luar biasa cantik ini.

Kebun Raya Bogor yang rindang dan nyaman buat gowes

Tak lama, kawan kerja Utami menyambangi kami dengan sepedanya, Sefri dan suaminya, Aulia. Mereka penduduk kota Bogor dan kami daulat untuk menjadi guide menjelajahi KRB. Kami pun double date mengelilingi KRB pagi itu, dilanjutkan menikmati kopi dan pisang goreng di Raffles Cafe.

Gowes bareng Sefri dan Aula

Benar-benar nyaman bersepeda di KRB, suhu yang sejuk, track yang bervariasi naik turun, adem karena begitu banyak pohon-pohon raksasa serta spot-spot foto yang menarik. Itu lah mengapa, Strava mencatat perjalanan kami selama 3 jam lebih itu hanya untuk menempuh jarak 13 km, haha..

Petualangan pagi itu kami tutup dengan menikmati makanan khas Kota Bogor, Doclang, mirip seperti Gado-gado atau Kupat Tahu dengan rasa yang sedikit berbeda.

Thank you Selfi & Aulia!

Gowes Seragam Baru Srengenge

Tim Srengenge di depan Roemah Oengoe

Baru dua pekan lalu dikumpulkan siapa-siapa saja yang hendak memesan jersey/seragam gowes klub para jelita lolita Srengenge, lha kok kemarin sudah jadi aja. Gw memesan 2 jersey langsung, motif Lurik dan juga Kembang-kembang.

Jersey yang sangat mbagusi!

Pagi itu sebenarnya gw udah pakai jersey Lurik, sebelum kemudian nyonya rumah bertanya ‘lho, kamu gak mau seragaman sama aku?‘ dengan tatapan penuh rasa heran. Yowis, tak gantine, ujarku dalam hati, daripada ada yang manyun sepanjang jalan.

Gowes pagi ini rutenya dari rumah bu Lurah di Bintaro menuju Warung Tuman di BSD pulang pergi namun dengan rute yang berbeda.

Rute Gowes pagi ini

Tercatat oleh Strava, jarak yang kami tempuh pagi itu 26.6 km dalam waktu….. 4 jam lebih 🤪, benar-benar khas Srengenge, Sregep Ngepit, Sregep Ngemil 😝

Sesampainya kami di Warung Tuman, pagi-pagi sudah ramai sekali. Semua pengunjungnya adalah goweser! Benar-benar bikin tuman ini warung, yang memang tempat ini sesuai banget untuk nongkrong sembari menikmati makanan di ruang terbuka, sehingga meminimalisir peredaran Covid 19.

Brunch di Warung Tuman
Tempat yang pas buat foto-foto juga nih
Kehabisan tempat, padahal bookingnya sudah sejak kemarin lho
Spot wajib buat foto keluarga di Warung Tuman

Dan sebelum kembali ke rumah bu Lurah, kami mencari ruang terbuka di sekitaran BSD untuk foto bareng-bareng dengan drone.

Mohon maaf kalau terlihat so childish ya padahal usia kami hampir/sudah 50-an tahun hahahah 🤩

Gak terasa, hampir 5 jam kami gowes. Luar biasa, kalau sendirian pasti sudah malas tuh gowes lama-lama kayak gitu, tapi bareng kawan-kawan in syaa Allah semua terasa ringan.

Jadi, kamu pilih tim Lurik atau tim Kembang-kembang? 😍

Dan jangan lupa, tonton juga videonya ya, sampai jumpa!

SreNgeNge

Tim SreNgeNge

Udah kali ke berapa anak-anak mantan mahasiswa FE Undip 89 Semarang ini ngajak kumpul dan gowes. Trayeknya pun masih di sekitaran Bintaro. Namun ada yang berbeda pagi ini, setelah bu Lurah Sari mengutarakan sebuah nama untuk mempertegas eksistensi klub gowes ini.

Namanya Srengenge. Dalam bahasa Jawa, artinya Matahari. Namun Srengenge yang ini merupakan sebuah kependekan dari Sregep Ngegowes, Sregep Ngemil. Rajin sepedahan, juga rajin pula makan. Alamak, cocok kali 😄

Sepulang dari gowes pagi ini, tak lama group Whatsapp pun dibikin, dengan 10 orang anggota yang diambil dari kegiatan gowes bareng sebelumnya.

Dan, yang berawal dari guyonan, malah diseriusi, dengan memesan jersey dan cap dengan desain batik yang eye catching. Bener-bener niat, hahaha, semoga makin gayeng gowesnya ya buibu, pakbapak.

Cusss!

TTC Ride @ BSD

Spot favorit buat foto-foto di BSD City

Sesuai janji dengan kawan-kawan di TTC/TeRuCI Tennis Club pekan lalu, hari Sabtu pagi ini kami berkumpul di The Breeze BSD City untuk gowes bareng.

Gak ngira juga, ada 12 orang yang gowes pagi ini, lebih banyak dari yang diperkirakan hehehe. Tim kali ini ada gw dan Utami, uda Miko dan mami Yeni, Amu, Ida dan Arkan, ji Budi dan istri, Angki serta ji Sam dan istri yang bergabung di Cluster Vanya. So let’s go!

Setelah bertemu ji Sam, beliau langsung mengambil alih pimpinan rombongan dari ji Budi, dan mengajak rombongan keluar dari komplek BSD, masuk ke perkampungan dan kami manfaatkan untuk foto-foto dengan latar belakangan sawah dan rumput yang hijau.

Keluar masuk perkampunganm
Hijaunya persawahan

Selepas dari situ, kami masuk kembali ke komplek BSD City dan berpose di area sirkuit BSD yang berkali-kali menjadi tempat favorit untuk foto keluarga. Namun karena ada masalah di ban sepedanya ji Budi, beliau dan Angki tidak ikut foto. Kapan-kapan diulang ya ‘Ki 😆

Pagi itu sebenarnya cuaca sedang enak-enaknya buat gowes, adem karena mendung yang menggantung. Tapi tak lama kemudian butiran air mulai turun dan kami pun menggowes sepeda ke Soto Haji Mamat untuk mencari sarapan. Setelah kenyang, kami pun bergegas kembali ke The Breeze, mengakhiri gowes bersama yang hanya menempun 20 km saja hari ini.

Thanks guys, see you next time!