Mendadak Piknik

Sepulangnya beraktifitas kemarin sore, tetiba anakku nomor dua bilang pengen liburan, karena udah lama gak jalan-jalan katanya.

Istriku ternyata juga satu ide dan meng-aamiin-kan seraya menanyakan kepadaku, kuat apa nggak nyetir ke Bali. Spontan aku jawab enggak, jauh tauk 😁

Gak menyerah, Utami menawarkan liburan ke Yogya. Hmmm, boljug kalau cuma Yogya, gak jauh2 amat pikirku. Dan kemudian malam itu kami berdua jadi sibuk nyari2 lokasi penginapan di Yogya.

Dan jadi lah kami hari Sabtu paginya berangkat ke Yogya, setelah terlebih dahulu membatalkan janji gowes kepada teman2 dan mengirimkan snack yang sudah terlanjur dipesan sehari sebelumnya.

Ya namanya juga mendadak piknik 😁

Maryam Rides at Semarang

Semarang setelah diguyur hujan kemarin sore hingga malam, pagi ini alhamdulillah terang benderang. Pas banget dengan rencana kami untuk mengajak Maryam gowes pagiΒ² ke Kota Lama.

Kami start dari hotel Ar+otel di jalan Gajah Mada pukul 6 pagi namun jalanan sudah cukup ramai. Sebuah challenge tersendiri untuk gw, mengawal Maryam yang gowesnya belum lempeng² amat 😁

Gowes diawali dengan sarapan dulu di Soto pak Darno andalan di jalan Thamrin, lalu menuju Tugu Muda dan terus ke Kota Lama.

Di tempat ini, mama Utami mengeluarkan bakatnya, sebagai foto model, fotografer juga pengarah gaya. Komplit pakai telor!

Maryam pose @ Kota Lama
Berduaan sama Maryam, photo by Mama Utami

Gak lamaΒ² di Kota Lama, gw ajak mama dan Maryam ke arah Masjid Agung Semarang yang ternyata sedang direnovasi alun-alunnya, cuma sayang gak sempat nerbangin drone karena Maryam sudah mengeluh capek, minta pulang ke hotel.

Strava mencatat perjalanan gowes pagi itu 10.8 km saja, cukup lah buat adek Maryam walaupun kurang jauh buat Baba Oyi dan mama Utami 😁

Semangat pagi!

Cruising to Semarang

Sekali mengayuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Peribahasa yang cocok banget untuk perjalanan pagi yang teduh ini, ke Semarang untuk urusan pekerjaan sekaligus mengikuti Munas TeRuCI 2021.

Awalnya cuma gw dan Utami yang bepergian, namun last minute Maryam pengen ikutan. Hmm, well, nambah seru kayaknya, ayo kita berangkat, bismillah!

Dubai Trip Video in 60″

Perjalanan berduaan 5 tahun yang lalu (Mei 2016) menyisakan banyak kenangan. Dan dikumpulkan lah kenangan itu di video 1 menit ini.

Kok baru dibikin sekarang?

Ya karena perjalanan itu juga menyisakan ‘luka’ di hati yang cukup dalam. Pertama kali mambawa drone ke luar negeri, di saat maiden flight malah jatuh dipatuk elang gurun. Silakan tonton video jatuhnya drone itu di sini.

Di sisi lain, kedatangan kami di musim panas itu memang cukup mengasyikkan. Salah satu yang paling berkesan tentu mengendarai mobil di gurun pasir, atau nama tripnya adalah sand dune bashing tour.

Juga kilauan malam di Burj Al Khalifa, bangunan tertinggi di dunia hingga saat ini, ada di video ini. Gak perlu lama-lama, tonton aja langsung ya, cheers!

Gowes Desember di Purwokerto

Di depan Alun-alun Purwokerto

Akhir pekan ini kami harus ke Purwokerto untuk menengok Bapak yang sedang sakit. Kami pergi hanya berdua, setelah Maryam si bungsu menolak untuk ikut. Duh.

Karena mobil kosong tanpa penumpang, kami pun membawa 2 sepeda lipat andalan untuk gowes di sana. Dibawalah Camp Hazy 5s dan Element Pikes Dragon. Let’s go!

Hari pertama, gw serahkan Utami untuk memilih rute perjalanan. Dia ingin ke tepi Sungai Serayu, melewati Gunung Tugel namanya. Wah, cukup menantang ini, banyak turun naiknya lho, tapi oke lah..

Belajar gowes tanjakan ini 😁

Lumayan juga, naik turun ternyata Utami cukup kuat, hanya sekali TTB/Tuntun Bike karena memang cukup curam tanjakannya. Sebagai member anti tanjakan club, mari kita acungi jempol. Mantap!

Setelah melahap tanjakan-tanjakan, kami pun disuguhi pemandangan hamparan sawah yang memanjakan mata. Gak pakai lama, kami cari pematang sawah buat berpose, karena memang gowes itu harus pakai foto-foto kalau sama bini, Ya kan? πŸ˜†

Di pematang sawah Patikraja
Tuh cakep kan pemandangannya?

Puas berfoto-foto di tepi sawah, kami pun sampai di Sokawera, Patikraja. Saat melihat tanda petunjuk ‘Warung Desa’ di pinggir jalan membuat kami jadi pengen mampir, buat sarapan Kupat Tahu, yang cukup nikmat, alhamdulillah.

Di depan Warung Desa dengan Bu Mur

Tak dinyana ternyata pemilik warung adalah mantan ibu guru TK yang kenal dengan ibu mertua, yang dulu memang pangawas sekolah di kecamatan Patikraja. Kami pun berpose dengan beliau buat kenang-kenangan, jepret!

Dari situ, perjalanan kami stop karena harus balik lagi ke rumah di Karang Pucung walaupun baru 9.5 km saja gowesnya. Dan karena mengejar ‘masuk kantor’ hari itu, kami pun memilih pulang dengan naik taxi, wuuuussss..

Keeseokan harinya, gw yang ajak Utami untuk latihan menanjak lagi, Kali ini dalam kota aja, ke Utara, ke arah Grendeng tempat kampusnya Kakak Ingga, Universitas Jenderal Soedirman. Rute yang dipilih melewati Alun-Alun Kota Purwokerto (foto ada di atas tulisan ini), lanjut ke Utara melewati jalan Ahmad Yani hingga Pasar Cerme untuk kemudian belok kanan ke Jalan Riyanto.

Di jalan ini lah Utami melihat bakul Serabi, dan kami pun berhenti sebentar untuk membeli beberapa serabi untuk sarapan pagi.

Beli Serabi

Tak dinyana, di sini kami bertemu Bowo dan Cici, adik ipar yang juga suka bersepeda. Yowis, foto-foto dulu lah buat bukti ke ibu Mertua hihihi..

Ketemu cyclist Purwakerta πŸ™‚

Dari situ kami ke arah Selatan menuju Unsoed, menyusuri jalanan yang menurun di daerah Karangwangkal kemudian pulang. Total perjalanan pagi itu 17.55 km.

Sorenya, gw gowes lagi. Kali ini sama mbak Ingga yang males banget disuruh gerak. Awalnya hendak ngedrone aja di jalan tembus baru dari Jalan Sudirman ke jalan Gerilya. Tapi begitu melihat banyak orang yang bersepeda sore-sore, akhirnya kami balik sebentar ke rumah untuk ganti bersepeda di sore itu. Gak jauh-jauh lah, cuma 13 km aja.

Gowes bareng Mahasiswi πŸ™‚

Alhamdulillah, selesai sudah cerita 3 hari di Purwokerto dengan bersepeda. Tetap pakai masker, hindari kerumunan dan menjaga jarak, in syaa Allah sehat selamat dari Covid 19, aamiin..

Looong Wiken di Watukarung

Watukarung Beach

Berawal dari foto postingan mbak Sefrina kawan Utami di Instagram dan ditunjukkan kepadaku, membuat kami mempunyai alasan untuk kabur sejenak dari ibukota ke selatan Jawa di pantai Watukarung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Di masa pandemi kayak gini, yakin?

Perfect place for your staycation

Idenya sederhana, kami mau staycation aja, di villa Desa Limasan namanya. Bergegas lah Utami memesan villa untuk libur panjang di hari Maulud Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, 29 Oktober sd 1 November 2020, sekitar 3 bulan lalu.

Desa Limasan Hilltop

Dan kami pun ditawari Hilltop Desa Limasan, sebuah villa di atas bukit dengan pemandangan 360ΒΊ dengan fasilitas makan 3x sehari. Harganya pun dapat diskon, mungkin karena musim pandemi seperti ini. Mantap, alhamdulillah.

Mbak Ingga gak ikut πŸ˜”

Perjalanan kami tempuh kurang lebih 10 jam dari Bekasi menuju Watukarung, via Tol Trans Jawa, exit di Solo. Sayangnya mbak Ingga memilih gak ikut, dengan alasan sibuk mengurusi kuliahnya yang udah mau selesai.

Nice view, indeed!

Perjalanan dari Solo ini yang memakan waktu hampir 4 jam, padahal jaraknya tidak terlalu jauh. Namun semua lelah terbayar saat kami tiba di Hilltop yang pemandangannya -orang bule bilang- breathtaking!

Villa yang pas buat staycation!

Villanya punya 2 tempat tidur, pas buat keluarga kecil dengan anak 2 sampai 3 seperti kami dengan 2 toilet. Di depan ada teras dengan kursi dan meja yang cocok buat berleha-leha menikmati pemandangan pantai. Internet pun tersedia, 30 mbps, bikin akak Najah dan Maryam terjamin kebutuhan utamanya hihihi.

Sungai Maron

Keesokan harinya, kami pun mengunjungi 2 sungai yang menjadi ketertarikanku berlibur di Watukarung ini. Sungai Maron dan Sungai Cokel namanya.

Boat cruise di Sungai Maron

Sungai Maron lebih panjang tripnya, sekitar 50 menit pulang pergi, menuju hulu sungai di laut Selatan. Menyusuri sungai di antara hijaunya pepohonan membuat kita serasa berada di hutan Amazon, seperti yang di film-film itu lah, keren banget pokoknya.

Di sepanjang Sungai Maron, banyak pohon yang berbuah lho, seperti jambu dan buah lainnya. Utami gregetan banget, pakai minta mampir sebentar buat metikin buah, ada-ada aja, semoga halal ya ma 😁

Duh lupa nama buahnya, jambu apa itu ya..

Sebelum menepi pulang, babang perahunya menunjukkan goa yang berada di tepi sungai. Sayangnya sungainya rada keruh karena musim hujan, membuat air yang berwarna biru (katanyaaa) gak terlihat saat kami melipir menuju goa itu.

Tambahan koleksi foto main ayunan dah

Sepulangnya dari lokasi goa itu, Utami menemukan mainan kegemarannya, ayunan! Gak pakai lama dia pun meminta babang perahu untuk berhenti sejenak dan dia pun berayun-ayun sejenak tanpa takut. Dasar masa kecil terlalu bahagia ih πŸ˜†

Boat cruise Sungai Cokel

Sorenya kami menuju sungai Cokel yang dekat dari Desa Limasan. Kali ini kami berdua saja, anak-anak gak ada yang mau ikut.

Berduaan ajaaah

Trayeknya tidak lama, 20-30 menit saja menuju arah pantai juga pulang pergi dan pemandangannya tak kalah cakep dengan sungai Maron. Kelebihannya, boatnya lebih bagus dan lebih besar sedikit, membuat rasa aman dan nyaman. Oya, harganya cukup murah ya, 20 ribu per orang.

Bye bye Watukarung!

3 hari 2 malam di Desa Limasan kami rasa cukup, untuk kemudian transit di Semarang 1 malam sebelum besoknya kami pulang kembali ke Bekasi.

Alhamdulillah semua perjalanan pulang pergi diberi kelancaran dan kami semua diberi kesehatan dan kegembiraan dalam menikmati liburan staycation ini.

Silakan kunjungi https://goo.gl/maps/M4RdaBQwuNQAV1Wm6 bagi yang tertarik berlibur di Desa Limasan, Pacitan. Have fun!

5D4N Trip to Raja Ampat

Video 1 menit untuk sebuah perjalanan 5 hari ke ujung Indonesia timur tentu terasa kurang, apalagi perjalanan yang direkam sudah hampir 4 tahun yang lalu lamanya, tepatnya tanggal 9-13 Desember 2016.

Tapi percaya lah, alam indah Raja Ampat baik darat laut dan udaranya tak lekang dimakan jaman, semua selalu terlihat cantik, indah dan istimewa.
Semoga rekaman video 1 menit ini bisa membuat kalian ingin pergi berlibur ke sana, karena memang sekali ke sana ingin banget bisa balik lagi untuk mengunjungi tempat lainnya yang belum dijamah.

Raja Ampat, emang keren!