Bukber Ramadhan Keluarga OUT 1439H

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami selalu mengundang adik-adik untuk berbuka puasa bersama di rumah. Tapi tahun ini banyak yang berhalangan, terutama adik-adik dari sisi keluargaku.

Jadi lah kami berkumpul seadanya untuk ifthar jama’i Ramadhan 1439H ini.

Gak opo-opo wis, sing penting enthuk barokah, aamiin.

Advertisements

Ifthar Jama’i Pertama

Sebagaimana tradisi tahun-tahun lalu, setiap hari Ahad kami mengadakan buka puasa bersama untuk para jamaah dan warga RW 013 Komplek TNI AL.

Sembari menunggu adzan Maghrib tiba, jamaah pun mendengarkan tausiyah oleh ustadz H Syahruddin tentang seputar ibadah Ramadhan.

Senang sekali rasanya, acara yang digagas secara spontan ternyata mengundang banyak minat warga dan jamaah untuk berbuka puasa bersama.

Semoga puasanya diterima Allah subhanahu wa ta’ala, aamiin.

Reuni 89 Gak Sengaja

Surprise surprise! Di tengah asyiknya silaturahim dengan keluarga besar Mintardjo, gak dinyana ada keluarga besar lain yang ngumpul di Ancol juga siang itu. Mereka adalah keluarga Renny dan Sri Rejeki, dua teman jaman old waktu sekolah di SD-SMA Vidya Dahana Patra di Bontang, haha.

Lucunya, suami Renny dan adik Sri Rejeki juga teman sejaman adik-adik di Bontang, jadi pertemuan singkat itu penuh dengan keakraban dan kekeluargaan.

Memang benar arti Vidya Dahana Patra, api yang tak pernah padam.

Silaturahim JG di Ancol

Seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, keluarga besar kami selalu berkumpul, bersilaturahim guna bermaaf-maafan agar hilang semua permasalahan yang mungkin ada. Kami memilih pantai Ancol untuk ‘piknik’ bersama, yang pagi itu ternyata banyak keluarga yang gathering juga dengan niatan yang sama 😁

Family portrait. Photo by ibenimages.com

Istimewanya, kali ini keluarga besar mbah Mintardjo bisa hadir semua, termasuk keluarga dari Semarang. Hanya keluarga om Thom di Yogyakarta yang absen. Duh sayang yak.

Berbagai macam makanan hadir, sumbangan dari masing-masing keluarga, untuk bekal piknik di pantai Ancol yang ramai sekali hari ini. Ada yang bawa Zuppa soup, ketan kinco, ketan bubuk, pisang, bolu, pastel, bubur kacang ijo sampai lumpia dan Wingko Babat khas Semarang, yummy!

Dan seperti biasa, acara ditutup dengan salam-salaman, saling memaafkan biar plong semua dan lebih joss memasuki bulan puasa Ramadhan 1439H.

Selamat berpuasa Ramadhan!

Aksi Indonesia #BebaskanBaitulMaqdis

Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis

Jumat pagi ini diadakan sebuah aksi solidaritas umat Islam untuk membebaskan Baitul Maqdis dari cengkeraman Israel laknatullah. Hal ini diperparah dengan pemindahan ibukota Israel ke Yerusalem dengan dukungan dari Amerika Serikat.

Sampai pukul 8 pagi ini, semakin banyak yang datang untuk mendukung aksi ini, mayoritas menggunakan baju putih dan kafiyeh khas Palestina.

Semoga bumi semakin damai, tidak ada penjajahan lagi di mana-mana dan kita pun bebas mengunjungi Masjid Al Aqsa sebagaimana kita bebas berkunjung ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, 3 masjid yang diperintahkan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam untuk kita kunjungi.

My Lovely Turbo Prop Aircrafts

I love flying. I love to draw airplane when i was a kid. On my childhood, I used to fly with turbo prop engine aircraft such as Skyvan, Hawker Siddeley, NC 212 and also Dash-7.

But that was almost 30 years ago, the time when the airjet plane was so expensive to fly. I was also love flying with Fokker 28 of Garuda Indonesia (formerly Garuda Indonesia Airways) that time, the one and only turbojet passenger aircraft i used to fly.

And now, when the airjet plane is operated everywhere, there are still turbo prop engine aircrafts like Wings Air ATR72-500/600 and Susi Air Cessna Grand Caravan in service.

I love to fly with them both. I once think that the pilot who fly this kind of aircraft is really a great pilot.

Fly on!

Day #3 Morotai

Hari ketiga adalah hari tujuan kami ke Morotai: snorkling dan island hopping di perairan lautan Pasifik.

Kami berangkat dari pelabuhan Daruba sekitar pukul 09.30 WIT untuk menunggu air surut, karena pulau pertama yang kami kunjungi adalah Pulau Pasir, seperti yang ada di Derawan, Belitong juga Raja Ampat: muncul bila air laut surut.

Pulau kedua adalah Pulau Kokoya. Tak ada yang istimewa di pulau ini kecuali hamparan pasir putih dan panas teriknya matahari.

Pulau Kokoya

Hanya sebentar kami di pulau ini untuk menuju ke pulau Kolorai. Pulau yang penuh dengan pengrajin kerajinan tradisional Morotai ini cukup colorful.

Pulau Kolorai

Tak berlama-lama, karena perut sudah cukup lapar, kami menuju ke Pulau Dodola untuk makan siang.

Pulau yang sangat indah, tenang dan cukup besar ini membuat kami betah berlama-lama, apalagi kalau bukan foto-foto dengan model dari Bekasi.

Wefie juga perlu dong ah:

Gak terasa lebih dari 2 jam kami di pulau ini dan acara berikutnya adalah snorkling di sekitar perairan pulau Dodola.

2 jam snorkling, kami pun pulang kembali ke Pulau Morotai.

Sesampainya di hotel, kami berinisiatif mencoba bentor menuju ke D’Ahola untuk menikmati sunset.

Selamat tinggal Morotai, see you again!